Senin, 20 Desember 2010

Music is universal.....


Musik merupakan suatu alat untuk mempersatukan dunia. Lewat musik orang dapat memulai mengenal. Musik dinikmati bukan untuk di dengarkan karena syairnya tapi karena nada. Anggapan ini sering kali salah. Banyak suka lagu karena syairnya. Karena suatu hal, dan ketika syairnya tidak sesuai dengan hati lagi yang tenyadi lagu itu tidak lagi dinikmati dan didengar. Beda dengan sebuah lagu yang dinikmati karena nadanya akan awet sepanjang masa. Sebut saja lagu My Heart Will Go On dari celine dion. Walau itu lagu era 90an namun sampai saat ini. Atau lagu Munngkinkahnya stinky. Pada era nya lagu ini sangat terkenal. Hampir setipa orang mendengarkan dan menyanyikan. Disaat ini yang menjamur bend band baru lagu ini tetap enak untuk di dengar kan. Itulah music of soul. Musik karena jiwanya yang bagus yang tak lekang oleh jaman.
Inget  lagu Jika Cinta Dia milik geisha atau Saat Terakhirku milik  ST 12 lagu itu begitu populer. Semua orang memutarnya. Tapi sekarang lagu itu ada lagi ada yang mendengarkan dan menyanyikan. Lagunya telah bergeser dengan lagu baru. Apalah aku tak ngerti. Karena aku tak mengikuti. Tetangga kostku yang hobby degerin lagu baru, hanya terus berganti dari satu lagu ke lagu lain yang baru dan sesuai perasaannya.
Entah selera pasar Indonesia yang hanya yang buruk yang hanya mengikuti trend atau peminatnya yang hanya mendengarkan lagu dari sisi syair bukan  dari segi musik. Kita tidak dapat memperediksikan.
Hal ini juga dimanfaatkan oleh musisi untuk penciptakan lagu komersil bukan lagu soul of music itu sendiri. Musisi tanah air yang masih mempertahankan seperti itu masih sedikit. Yang  ku lihat karya karyanya masih berkualitas adalah  Piyu Padi dan bandnya, Ari Lasso, Peterpen(walau berkasus lagu tetap kerent), Armand Maulana dengan Gigi, Pas Band, Erros dengan Sheila on 7, Giring bersama Nidji , Superman Is Dead, Agnes Monica dan masih banyak lagi. Mereka semua tak terpengaruh dengan era musik melayu yang lagi trend saat ini. Mereka masih konsisten dengan alirannya. Karya karya merekapun enak untuk dinikmati. Tak harus melihat syairnya. Lagu para “Soul of Music” pun tak sebooming lagu  karya Carly St12 namun lagunya mengena dari sisi syair, nada , music sampai vokal penyanyinya.
Kita tidak bisa memaksa semua orang untuk membuat lagu seperti itu karena mereka punya pemikiran sendiri. Dan penikmat musik  yang menyukai musicnya karena perasaan juga tak bisa kita paksakan. Ini masalah selera. Dan balik lagi Music is Universal. Musik itu menyatukan. Jangan hanya karena perbedaan pendapat kita bertengkar. Tetaplah jaya musik Indonesia.
               
                                                                                                                                             Liyaa Ayumm

Tidak ada komentar:

Posting Komentar